Senin, 10 Juni 2013

Bumi dan Kehidupan

SUMBER DAYA ALAM BERKELANJUTAN
“ Bumi dan Kehidupan ”
Disusun Oleh :
KELOMPOK 2
Anugrah Wanita Prathami             : 1001045279
Tria Aprianti                                   : 1001045363
Merry                                               
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR HAMKA
2012
KATA PENGANTAR
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
            Dengan mengucapkan rasa syukur kekhadirat Allah SWT, penulis telah mengerjakan salah satu tugas mata kuliah Sumber Daya Alam Berkelanjutan dalam bentuk makalah, yang membahas mengenai Bumi dan Kehidupan. Shalawat serta salam teruntuk sang revolusioner yang paling berpengaruh di dunia yakni nabi Muhammad SAW, yang mengantarkan kita kepada sebuah wahyu dari Allah yaitu “Iqra”. Tujuan penulis ini selain tugas, penulis juga berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, terutama untuk panduan mahasiswa saat meneliti kelak.
            Penulis menyadari bahwa makalah ini kurang sempurna. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran-saran dari para pembaca, terutama Bapak Hari Naredi, M. Pd  selaku dosen mata kuliah Sumber Daya Alam Berkelanjutan, demi perbaikan tugas pada tugas selanjutnya.
            Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin ...
Jakarta, 16 April 2013
                                                                                                                          Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Jika kita berbicara tentang bumi dan kehidupan pasti identik dengan apa yang ada di bumi dan kehidupan yaitu makhluk hidup. Sebagai salah satu dari makhluk hidup hendaknya manusia mempelajari bumi yang ia jadikan sebagai pijakan, karena manusia sangat berkonstribusi dalam baik tidaknya keadaan bumi dan kehidupan yang berlangsung, oleh karena itu sebagai manusia yang mencintai bumi ini, kami kelompok dua akan membahas tentang Bumi dan kehidupan.
BAB II
PEMBAHASAN
BUMI DAN KEHIDUPAN
Bumi yang kita huni hanyalah bagian kecil dari alam semesta yang terdiri atas berjuta benda langit (bintang, meteor, meteorit, komet dan sebagainya). Salah satu diantara bintang dilangit adalah matahari dan Bumi adalah satu dari sembilan planet yang merupakan bagian dari stem matahari. Bumi disebut eksofer artinya bulatan planet bumi dimana terdapat rumah tangga makhuk hidup (oiks = rumah tangga makhluk hidup). Bumi berbentuk bola yang sedikit pipih dibagian kutub dengan massa ton. Garis tengahnya pada khatulistiwa 12.756,54 km sedang bentukunya yang agak pipih jarak antara kutub 12.713, 54 km.
Permukaan bumi ±71%tertutup dengan air dengan kedalaman rata –rata 3.800 m. Sedang tinggi rata- ratanya 840 m diatas permukan laut. Suhu dipermukaan bumi bervariasi dari C di Vostok, kutub Selatan, sampai C disekitar ekuator di libia. Lapisan atmosfer yang tebalnya 1.600 km mengandung ±78% nitrogen, 21% oksigen dan sisanya adalah  argon dan beberapa gas lain. Bumi terdiri atas tiga komponen pokok, yaitu; Litosfer atau bagian padat dari bumi, Hidrosfer berupa perairan dan Atmosfer yang menyelubungi Bumi dengan udara dan gas dengan unsur, zarah- zarah dan benda-benda lain yang mengisinya.
Ada tiga komponen pokok dalam kehidupan yang ada di Bumi yaitu :
1.             Litosfer
Luas seluruh permukaan Bumi adalah 510.952.418  dimana 29% dari luas seluruh permukaan Bumi tersebut berupa daratan (litosfer) yang terdiri berbagai benua dan pulau. Sedangkan 71% permukaan Bumi berupa periaran atau lautan. Volume Bumi adalah 1.097.809.500.000 . Lapisan litosfer berupa lapisan bantuan yang padat yang termasuk kerak bumi dan matel bagian bumi. Litosfer berada pada bagian atas Bumi. Litosfer berada pada kedalaman sampai 50 km, memliki volume yang sangat besar,yaitu 99,91% dari volume total Bumi, sedangkan 0,129 % dari volume bumi berupa air. Litofer terbentuk dari mineral dan bantuan. Mineral dapat dapat diberi batasan sebagai bahan alam homogen dari senyawa aroganik asli yang mempunyai susunan kimia dan susuan melengkul tertentu dalam bentuk goemetrik.
2.             Hidrosfer
Seluruh air dan perairan, termasuk lapisan es, disebut hidrosfer. Hidrosfer sangat penting dalam kehidupan hayati, karena unsur hara dalam air laut dan terangkat dalam sistem atau wujud kehidupan mikroba, tumbuhan, hewan, dan manusia. Dalam air juga terjadi pelarutan dan pengenceran berbagai zat serta berfungsi dalam keteraturan iklim dan cuaca di bumi. Hidrosfer merupakan lebih kurang 71% dari luas permukaan bumi. Sedangkan dari segi volume air yang ada di bumi hanya 0,129% dari total volume bumi.
Air merupakan unsure non-hayati yang sangat vital di samping oksigen dan energi. Untuk biota yang habitatnya air, seluruh air merupakan unsur vital, sedangkan oksigen dan energy dapat menjadi faktor kendala. Sebaliknya bagi biota darat air dapat merupakan kendala juga, baik dalam kuantitas maupun kualitas.
Air di bumi berada dalam keadaan yang sangat tertib tatanannya. Kalaupun terjadi penyimpangan dari tatanan ini faktor yang menyebabkan adalah perilaku makhluk hidup, khususnya manusia yang memungkinkan perubahan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif dengan melalui pemborosan dan terjadinya pencemaran yang tidak memungkinkan air itu mencukupi peruntukan dalam mutunya bagi berbagai segi kehidupan.
Air merupakan salah satu penentu kelangsungan seluruh peri kehidupan termasuk kehidupan manusia. Berbagai kegiatan manusia dalam industri maupun dalam kehidupan rumah tangga tergantung pada air.
Di Indonesia penggunaan air terutama adalah untuk pengairan 1,8 km2/orang/hari (91,4%), keperluan rumah tangga dan perdagangan 0,16 km2/orang/hari (8,1%), sedang untuk industri masih sangat sedikit 0,01 km2/orang/hari (0,5%). Keseluruhannya 1,97 km2/orang/hari (100%).
3.             Atmosfer
Udara dan atmosfer adalah selimut gas yang menutupi bumi hingga ketinggian 1.000 km. Atmosfer Bumi mengandung oksigen untuk bernafas dan cukup tebal untuk melindungi permukaan Bumi terhadap radiasi matahari dan hujan meteorit, tetapi cukup meneruskan sinar yang merupakan kumpulan berbagai warna termasuk yang kasatmata yakni utraviolet serta inframerah yang mempengaruhi berlangsungnya kehidupan. Khususnya kehidupan nabati di Bumi. Pada hakikatnya gas-gas pembentukan atmosfer,seperti oksigen, karbon dioksida dan nitrogen yang terdapat dalam jumlah terbatas sangat penting untuk sarana komunikasi. Dengan cepat atmosfer dapat meneruskan gelombang suara dan elektromagnet (cahaya dan radio) sedangkan lapisan pada atmosfer teratas dapat mengakibatkan pemantulan gelombang  radio yang memungkinkan terjadinya komunikasi pada bentangan Bumi yang terpisah. Atmosfer terdiri dari campuran gas-gas yang bersifat tetap (yang utama adalah nitrogen dan oksigen), kandungan zat dengan kadar yang tidak tetap ( diantaranya gas dan uap air), oin (atom dan molekul bermuatan listrik) serta berbagai macam paretikel padat dan cair yang terlarut di udara.
Gas nitrogen mambentuk hapir 4/5 bagian dari udara dan 1/5 bagiannya oksigen, sementara gas-gas lain seperti argon, karbondioksida dan gas-gas lain terdapat dalam jumlah yang kecil. Oksigen adalah elemen yang terdapat dalam hapir seluruh kehidupan.
Air yang terdapat di atmosfer dihasilkan dari penguapan air dari permukaan Bumi dan uap air tersebut mengalami kondensiasi dan membentuk hujan. Karbondioksida dihasilkan dari penapasan hewan dan tumbuhan, serta dari pembakaran. dalam proses fiksasi gas  menjadi karbohidrat. Berbagai partikel padat cair yang melayang di atmosfer berasal dari berbagai sumber yang berbada. Zat atau pertikel padat berasal dari berbagai tempat seperti penguapan dari permukaan Bumi yang kering atau zat yang dihasilkan partikel debu dan asap. Manusia juga mempengaruhi komposisi udara dari bahasa bakar, sedangkan melalui berbagai kegiatan industri dihasilkan berbagai unsur pecemaran ke dalam atmosfer. Meteor yang terbakar sebelum mencapai permukaaan Bumi menambah sekitar 1 ton unsur kedalam atmosfer setiap hari. Sebagian besar dari materi terbut akhirnya mengisi bagian atmosfer di atas permukaan Bumi.
Atmosfer menerima siraman terus-menerus dari partikel berenergi sangat tinggi (proton) dari angkasa. Partikel tersebut yang disebut tersebut yang disebut radiasi sinar kosmik sebagian disampaikan oleh medan magnet Bumi tetapi cukup untuk menembus dan mengenai permukaan Bumi. Pada saat partikel tersebut memasuki atmosfer akan bersatu dengan berbagai molekul yang ada diudara dan menghasilkan sejumlah besar sinar kosmik sekunder dimana beberapa diantara kosmik tersebut mencapai permukaan Bumi. Keseluruhan komposisi stmosfer ditentukan oleh keseimbangan proses yang kompleks. Berbagai proses ini termasuk penyerapan karbondioksida dan pelepasan oksigen oleh tumbuhan penyerapan oksigen dan pengeluaran  oleh biota dalam proses ini termasuk pelepasan tenaga terutama oleh hewan. Juga pelepasan berbagai gas dari gunung api, penguapan dan kondesnsasi air,proses fotokimia dan penambahan partikel dari permukaan Bumi serta dari luar angkasa. Manusia, melalui berbagai kegiatan melepaskan berbagai gas dan berbagai zat lain kedalam atmosfer. Atmosfer dapat dibagi menjadi berbagai lapisan yang masing-masing lapisan dipisahkan berdasarkan perbedaan penyebaran suhu atau perbahan yang terjadi karena ketinggian. Atmosfer terdiri dari troposfer, startosfer,mesosfer,termosfer dan ekosfer. Lapisan terbwah disebut trosfer. Didalam lapisan inilah berlangsung segala perstiwa cuaca. Makin ke atas suhunya makin berkurang. Lapisan ini tidak sam tebalnya di berbagai tempat di Bumi di atas khatulistiwa mempunyai tebal sekitar 17 km dan diatas kutub sekitar 9 km. batas atas troposfer disebut tropopuase. Di atasnya terdapat stratosfer (sampai ketinggian 80 km). Dalam lapisan ini suhu makin naik dengan bertambahnya ketinggian. Batas atasnya stratosfer disebut stratopause. Lapisan berikutnya adalah mesosfer. Makin tinggi dari permukaan Bumi suhu umumnya berkurang. Batas atasnya dinamakan mesopause. Lapisan diatasnya adalah ionosfer yang terbagi atas ionosfer yang sebenarnya (hingga ketinggian 200 km), temeosfer ( hingga ketinggian 500 km), dan eksosfer. Ionosfer mengandung ion yang bermuatan listrik dan electron bebas lapisan ini juga disebut neutrosfer. Batas antara keduanya dinamai neutropause.
Ø   Kehidupan
Keadaan atau kekuatan Alam yang mempengaruhi kehidupan secara keseluruhan menentukan makna hukum dan tatanan Alam, dinamika atau pertumbuhan hukum energy atau termodinamika dan hukum adaptasi atau survival yang pada hakikatnya berlaku bagi semua yang ada dalam kehidupan di Alam semesta ini.
Ø   Hidup
Hidup ditandai dengan eksistensi vital makhluk hidup, sejak bermulanya proses metabolisme, pertumbuhan, perkembangan, reproduksi dan adpatasi internal. Ekosistem makhluk hidup ini juga dipengaruhi oleh adaptasi eksternal yang memungkinkan untuk bertahan hidup (survive). Kalau dalam hidup kita bersikap dan berperilaku sesuai amanah Tuhan dengan sebaik mungkin tidak mungkin terjadi kerusakan ataupun pencemaran lingkungan karena semua yang ada diciptakan – Nya dalam keadaan serba baik dan dalam tatanan yang serba teratur. Jadi rusaknya lingkungan berarti juga rusaknya makna hidup kita secara keseluruhan. Mineral dan benda lain mengalami pertumbuhan dan perpecahan menjadi banyak berlaku hukum energi yang mempengaruhi eksistensinya. Dan dipengaruhi serta adaptasi oleh faktor dimana benda itu berada.
Ø   Pertumbuhan
Karena proses kehidupan ini berlangsung melalui suatu proses kimia fisik maka munculah teori tentang batas atau peralihan antara kehidupan (biosis) apa pun wujud kehidupan.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Bangsa yang cerdas adalah yang memahami bumi pertiwinya, oleh karena itu sebagai akademisi, hendaknya kita memahami bagaimana bumi pertiwi ini, dan senantiasa menjaga serta memberdayakan secara berkelanjutan guna terciptanya bumi yang indah dan permai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar