Rabu, 15 Mei 2013

KOSMOLOGI, ILMU ALAM SEMESTA

Makalah Sumber Daya Berkelanjutan
KOSMOLOGI, ILMU ALAM SEMESTA
Disusun Oleh    :
Kelompok 1
Kurnia Oktaviani
Nova Arianti Prastiwi
Harnopa Saputra
Kelas 6.i
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR HAMKA
JAKARTA
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kosmologi atau ilmu alam semesta adalah ilmu pengetahuan tentang kosmos (cosmos) atau universe. Istilah universe ditujukan kepada segenap pengada atau segenap yang ada, yang tercipta mulai dari atom, molekul, batu, metal, gas, tumbuhan, binatang, sistem solar (Matahari) dan segala yang ada lainnya. Dalam arti luas kosmologi adalah ilmu tentang keseluruhan totalitas segenap yang ada atau diperkirakan adanya yang disebut entitas (L) ; entity (I) pengada dengan segala proses dariseluruh perwujudan yang ada di Alam. Entitas ini mulai dengan partikel nirhidup, dunia mikro, tahap peralihan ke dumia makro, di mana ada kehidupan sampai dunia supermakro atau dunia kosmik. Menurut astronomi, universe adalah ruang dan segala yang ada di maya pada, di alam semesta yang juga disebut kosmos. Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomifilosofi, dan agama.
Pada bagian awal sejarahnya alam semesta di pelajari oleh ilmu astronomi, astronomi memerlukan hanya pengamatan dan ramalan gerakan benda di langityang bisa dilihat dengan mata telanjang. Rigveda menunjuk kepada ke-27 rasi bintang yang dihubungkan dengan gerakan matahari dan juga ke-12 Zodiak pembagian langit. Yunani kuno membuatkan sumbangan penting sampai astronomi, di antara mereka definisi dari sistem magnitudo. Alkitab berisi sejumlah pernyataan atas posisi tanah di alam semesta dan sifat bintang dan planet, kebanyakan di antaranya puitis daripada harfiah; melihat Kosmologi Biblikal. Pada tahun 500 M, Aryabhata memberikan sistem matematis yang mengambil tanah untuk berputar atas porosnya dan mempertimbangkan gerakan planet dengan rasa hormat ke matahari. Dalam mempelajari ilmu lingkungan, yakni ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu yang kita pelajari dalam kehidupan, istilah lingkungan secara khusus mendalami seluk-beluk lingkungan hidup di mana manusia berada. Ilmu lingkungan juga disebut envirologi (Soerjani 1994) atau environmental science yang dalam Chiras (1991) lebih dikhususkan lagi dengan subjudul: Action for sustainable future. Gagasan yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya. Selain meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis, pandangan ini menolak keberadaan sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir. Alam Semesta terdiri dari ratusan milyar galaksi. Di dalam satu galaksi yang tampak pada gambar terdapat kurang lebih 200 milyar bintang.
B.     Kajian Teori
Teori Terbentuknya Alam Semesta
Teori tentang terbentuknya alam semesta telah menjadi perhatian para astonom sejak lama. Hal ini diungkapkan melalui apa yang diketahui tentang ruang angkasa, bintang, galaksi, nebula, komet, planet dan sebagainya. Sampai saat ini ada dua teori yang mencoba menerangkan bagaimana alam semesta terbentuk (kosmogenesis).
Teori Steady State
Teori steady state atau teori pemantapan kelangsungan yang menyatakan bahwa unsur atom baru masih akan terbentuk secara terus-menerus di alam semesta. Unsur ini sebagai debu mengalami gerakan melingkar berputar-putar sampai terbentuknya galaksi baru. Jadi alam semesta terus-menerus akan mengalami pembentukannya sepanjang masa, sehingga teori ini mempercayai bahwa alam semesta sekarang ini sama halnya dengan jutaan tahun yang lewat, dan akan sama keadaannya jutaan tahun yang akan datang. Oleh karena itu pengikut teori ini tidak mempercayai akan berakhirnya alam semesta. Para astronom akan tetap mempelajari lebih lanjut dan akan menghasilkan teori baru tentang terbentuknya alam semesta (kosmogenesis) ()Ronan dalam Anon 1973). Pada akhirnya teori ini mempercayai bahwa segala sesuatu di alam semesta mengalami tatanan atau hukum alam yang pasti (immutable) sehingga akan terjadi kelangsungan dinamika keadaan alam sesuai dengan kehendak Tuhan yang menciptakannya. Manusia berkewajiban dengan rasio dan intuisi (kata hati) untuk mengikuti dengan kearifan dan keiklhlasan akan adanya segenap kenyataan yang dihadapi dengan pendekatan nisbi atau relatif (lihat Radha 1991).
Teori “Big-Bang”
Menurut teori big-bang, alam semesta terbentuk antara 10-20 miliar tahun yang lalu. Alam semesta semula berwujud sebagai gumpalan sangat padat dan besar dari sekelompok atom. Gumpalan ini meledak yang menghasilkan panas sampai 100 miliar Celsius, dan dari ledakan inilah terbentuknya berbagai macam kosmos (cosmos), benda alam. Teori ini menyatakan bahwa berbagai unsur kimia terjadi pada saat ledakan, dan sesudahnya tidak terbentuk unsur baru lagi yang berasal dari debu dan gas. Unsur ini kemudian mengalami kondensasi ke dalam bentuk berjuta-juta bintang yang tersusun bersama dalam berbagai galaksi.menurut teori ini karena berbagai bintang itu secara terus-menerus memancarkan sinar, panas dan berbagai radiasi, diperkirakan bahwa benda angkasa tersebut akhirnya akan menjadi dingin, mengalami keruntuhan dan berakhir. Pada saat itulah terjadi akhir dari riwayat alam semesta.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kosmologi
            Kosmologi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalamastronomifilosofi, dan agama.
B.     Unsur-unsur Kosmologi
            kelima unsur kosmologi itu masing-masing disebut sebagai air, kayu, api, tanah, dan logam. Kelima energi tersebut saling menghasilkan dan menghancurkan. Air menumbuhkan kayu; kayu dibakar menghasilkan api, api menghasilkan abu (tanah), tanah menghasilkan logam yang ditambang dari dalamnya, logam dipanaskan akan mencair (menghasilkan air), dan selanjutnya siklus ini kembali ke awal lagi. Sementara itu logam menghancurkan kayu dengan jalan memotongnya, kayu menyerap kesuburan tanah agar dapat tumbuh, tanah sendiri menghancurkan air dengan jalan menyerapnya, air menghancurkan api dengan jalan memadamkannya, api menghancurkan logam dengan jalan melelehkannya, selanjutnya siklus
ini kembali ke awal lagi.
C.    Manfaat mengetahui kosmologi
            Tujuan kosmologi adalah merumuskan tampilan dan sifat alam semesta teramati ke dalam hipotesis, yang akan mendefinisikan struktur dan evolusinya. pengetahuan tentang alam semesta bukanlah tujuan akhir dari pelaksanaan ajaran Sang Buddha. Tujuan utama dari pembelajaran tentang alam semesta tersebut ialah agar manusia menyadari tentang konsep Anicca dan Anatta.
D.    Pengertian Ilmu Alam Semesta
Berbicara tentang alam semesta tentu saja lebih berkaitan dengan ruang tempat semua isi semesta ini berada. Karena Alam semesta ternyata mampu menampung banyak sekali milyaran galaksi, maka membicarakan alam semesta lazimnya dimulai dengan galaksi-galaksi, kepulauan terdiri dari ratusan milyar bintang. Bicara tentang alam semesta banyak berkaitan dengan penyebaran galaksi-galaksi dan pergerakannya. Alam semesta yang di dalamnya terdapat bumi tempat manusia tinggal dan hidup, terdiri dari material yang tak terhitung banyaknya yang terdiri gugusan galaksi dan milyaran bintang-bintang. Bintang adalah benda yang sangat jauh. Dengan munculnya spektroskop terbukti bahwa mereka mirip matahari kita sendiri, tetapi dengan berbagai temperatur, massa dan ukuran. Keberadaan galaksi kita, Bima Sakti, dan beberapa kelompok bintang terpisah hanya terbukti pada abad ke-20, serta keberadaan galaksi "eksternal", dan segera sesudahnya, perluasan Jagad Raya dilihat di resesi kebanyakan galaksi dari kita. Struktur dan luas alam semesta sangat sukar dibayangkan manusia, dan progres persepsi dan rasionalitas manusia tentang itu memerlukan waktu berabad-abad. Pada bagian awal sejarahnya alam semesta di pelajari oleh ilmu astronomi, astronomi memerlukan hanya pengamatan dan ramalan gerakan benda di langityang bisa dilihat dengan mata telanjang. Rigveda menunjuk kepada ke-27 rasi bintang yang dihubungkan dengan gerakan matahari dan juga ke-12 Zodiak pembagian langit. Yunani kuno membuatkan sumbangan penting sampai astronomi, di antara mereka definisi dari sistem magnitudo. Alkitab berisi sejumlah pernyataan atas posisi tanah di alam semesta dan sifat bintang dan planet, kebanyakan di antaranya puitis daripada harfiah; melihat Kosmologi Biblikal. Pada tahun 500 M, Aryabhata memberikan sistem matematis yang mengambil tanah untuk berputar atas porosnya dan mempertimbangkan gerakan planet dengan rasa hormat ke matahari.
Di Yunani, ilmuwan Aristoteles melalui bukunya yang berjudul On the Heaven banyak membicarakan struktur alam semesta terutama mengenai eksistensi bumi sebagai pusat alam semesta. Pandangan ini memang sesuai dengan kebiasaan penglihatan manusia sehari-hari. Pandangan yang menempatkan bumi sebagai pusat alam semesta sering disebut sebagai ‘Pandangan geosentris’ yang memiliki pengaruh luas di Eropa pada abad pertengahan bahkan mendapat legalisasi dari gereja. Selama Renaisans Nicola Copernicus (1473-1543) mengusulkan model heliosentris dari Tata Surya, teori ini menyatakan bahwa bumi bukanlah pusat jagat raya, matahari tidak bekerja mengeliling matahari, tetapi justru bumilah yang berevolusi mengelilingi matahari . Para ilmuwan mengelompokkan keluarga benda-benda langit yang mengelilingi matahari sebagai anggota Sistem Tata Surya.
Alam Mikro
Menurut terbentuknya alam semesta, bermiliar tahun yag lewat, alam semesta mulai mendingin, sehingga terbentuklah secara mantap berbagai atom seperti yang dikenal pada saat ini. Atom merupakan unsur data yang hakiki dari segenap pengada. Inti atom adalah nukleus yang terdiri atas proton dan neutron yang dikelilingi oleh elektron yang beredar secara tetap dan teratur disekelilingi nukleus.
Unsur atom pertama yang ada adalah hidrogen dan helium. Dalam evolusinya berbagai gerakan atom yang anorganik akan menghasilkan molekul anorganik, untuk kemudian membentuk molekul yang lebih besar (liposom atau lemak,protein dan karbohidrat) sampai terbentuknya protosel dan sel organik pertama dalam alam kehidupan. Selanjutnya dalam evolusi berikutnya terbentuk molekul dalam susunan protoplasma yang merupakan sel dalam pembentukan jaringan dari sistem organ individu makhluk hidup.
Alam Makro
Alam makro adalah pengenalan pengada yang kasat mata. Sebelum terbentuknya jenis makhluk hidup yang berwujud individu, baik flora, fauna, mikroba dan manusia, dengan kasatmata dapat dilihat adanya jaringan, seperti phloem dan xylem sebagai jaringan dari flora, jaringan daging atau jaringan tulang sebagai bagian dari hewan. Makhluk hidup yang kasatmata mulai dari individu (undivided) artinya tidak dapat dibagi-bagi karena merupakan suatu jenis.
Ekosfer
Ekosfer adalah bulatan planet (Bumi) yang ditempati atau dihuni oleh makhluk hidup dalam rumah tangganya (oikos) . Kehidupan seperti yang kita kenal di bumi ini (ekosfer) menurut teori adalah di wilayah 0,93 – 1,01 UA (unit astronomi atau jarak antara Matahari dan Bumi). Menurut kasting dkk (1988; 49), ‘’teori baru’’ memperkirakan wilayah kehidupan berada pada jarak 0,95 – 1,5 UA.
Menurut hipotesis Gaia (Dewi Bumi) dari James Lovelock (dalam Odum 1983; 24 – 26) antara bumi dan kehidupan di Bumi berlangsung proses saling pengaruh-mempengaruhi antara hidup dan nirhidup sehingga bumi dapat mendukung kehidupan karena pengaruh seluruh keihidupan itu sendiri. Andaikata kehidupan itu tidak ada, bumi akan gersang, suhunya akan tinggi sekali (=290oC), kandungan CO2 juga tinggi (98%) sedang kadar 0sangat rendah, demikian juga netrogen (hanya 1,9%).
Tabel perbandingan kondisi atmosfer dan suhu di Mars, Venus dan Bumi (dengan dan tanpa kehidupan)
Kandungan Atmosfer
Mars
Venus
Bumi tanpa Kehidupan
Bumi dengan kehidupan sekarang
CO2
N2
O2
Suhu Permukaan °C
95 %
2,7 %
0,13 %
-53
98 %
1,9 %
Sedikit
477
98 %
1,9 %
Sedikit
250 + 50
0,03 %
79 %
21 %
13
Sumber: Odum 1983: 24 – 26
            Dengan adanya kehidupan, CO2 akan terserap dalam proses fotosintesis, sehingga kadarnya tinggal 0,03 % dan O2 terlepas sehinggadi udara kadarnya naik menjadi 21%. Hipotesis Gaia ini juga menekankan pentingnya peranan jasad renik (mikroba) yang tergolong dalam sapravor, yang hidup di antara bahan organik dari mahkluk hidup yang mati (daun yang gugur) dan berfungsi sebagai saprofog (pemakan) sisa makhluk hidup (bangkai, sisa makanan) sehingga terjadi peruraian yang menghasilkan bahan anorganik kembali walaupun biota pemakan sisa ini (cacing, jamur dan mikroba) sering kali secara salah disebut “pengurai”. Jadi kehidupan mengalami daur (siklus/ cycle) kembali pada tumbuhan autotrof yang memerlukan bahan anorganik dalam proses metabolisme.
            Kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi dapat dipertimbangkan berdasarkan sifat keadaan (suhu, CO2, O2 dan N2) seperti terlihat pada tabel di atas. Oleh karenanya kalau benar kemudian terdapat kehidupan di Planet Mars, diperkirakan wujud dan sifat kehidupan mungkin sekali akan lain dengan kehidupan Bumi.
Ekosistem
Dalam ekosfer pengada yang mendukung kehidupan adalah satuan-satuan ekosistem, yakni segenap unsur dalam sistem yang mendukung rumah tangga makhluk hidup. Jadi dalam ekosistem tercakup unsur makhluk hidup dan keseluruhan penyangganya yakni ruang, benda, tanah, air, atmosfer atau segala pengada baik biota maupun abiota berada dalam hubungan integratif yang memungkinkan kelangsungan kehidupan secara keseluruhan.
Pengertian tentang kehidupan dalam ekosistem telah sangat menarik perhatian karena eratnya hubungan antara makna hidup-mati yang merupakan ciri makhluk hidup dengan pengada nirhidup yang memang tidak hidup, jadi yang nirhidup ini tidak mengalami kematian. Antara keduanya terlihat adanya wilayah/ batas peralihan (border line).
Komunitas, Masyarakat makhluk hidup
Dalam ekosistem, makhluk hidup baik flora, fauna maupun mikroba dikelompokkan dalam komunitas sebagai masyarakat makhluk hidup. Segenap makhluk hidup ini terkait satu dengan yang lain melalui hibungan interaktif, baik secara langsung dalam jenis yang sama atau jenis serta kondisi yang berbeda. Di samping itu juga terjadi interaksi melalui pengada nirhidup seperti air, oksigen dan materi.
Populasi dan Individu
Kelompok manusia yang sering disebut sebagai “masyarakat” manusia sebenarnya adalah populasi manusia atau populasi dari salah satu jenis (spesies) makhluk hidup. Individu merupakan ciri utama makhluk hidup yang tercipta masing-masing individu secara berbeda-beda dengan cirinya sendiri secara khusus, sebenarnya tidak ada individu dari suatu jenis (spesies) makhluk hidup yang sama. Semua yang ada diciptakan dengan ciri, sifat dan keindahan.
Alam Supermakro
Alam semesta atau universe mengacu pada segenap pengada (entity) benda angkasa atau kosmos dan segenap proses yang menyertainya. Ilmu pengetahuan yang mempelajarinya adalah kosmologi yang banyak menggunakan peralatan fisik mekanik seperti teleskop, juga memanfaatkan teori dari fisika-matematik, dari mana disusun “model” dari alam semesta. Disamping itu juga dirumuskan observasi melalui radio teleskopi. Model ini digunakan untuk menelaah penyelidikan lebih lanjut dan untuk mengartikan (menginterpretasikan) data astronomi yang sudah diperoleh. Salah satu penemuan dalam model ini adalah adanya galaksi seperti galaksi Bima Sakti (The Milky Way). Berbagai model yang dikenal itu mengacu pada teori relativitas. Dalam perkembangan kosmologi mengalami perubahan, pendapat para ahli yang berbeda, saling mendukung tetapi juga ada yang saling bertentangan. Berbagai konsep digunakan untuk menerangkan pengertian tentang alam semesta. Beberapa diantara nama terkenal adalah Newton dengan teori gravitasi. Einstein dengan teori relativitas. Berpuluh nama ini dapat ditemui dalam berbagai bibliografi dari Eddington, Tolman, Hubble, Leinaitre, Milno, McCrea, McVittie, Munitz, Bondi, Hoyle, Whitrow, Gamow, Sciama (Munitz dalam Anon 1971).
Nebula
Setelah benda-benda angkasa mengalami ledakan, berjuta tahun kemudian suhu alam raya menurun sampai 3.000 °C. Materi dan energi yang ada mengalami terbentuknya asap dan kabut yang disebut nebula. Jadi nebula adalah seperangkat awan terdiri atas asap dan kabut. Nebula kemudian menggumpal sebagai protogalaksi. Dari padanya terbentuklah macam-macam galaksi melalui proses pengkerutan dan kondensasi. Jadi nebula yang ada merupakan nebula galaksi. Ada nebula yang berada di sekitar Matahari yang mengalami perubahan rotasi, sehingga keluar sebagai komet seperti benda angkasa yang bergerak (sering kali disebut Bintang Berekor) karena terlihat lewatnya cahaya seolah-olah ekornya (Munitz dalam Anon 1971).
Galaksi
Protogalaksi yang berasal dari kondensasi nebula akan mengalami kontaksi dan perputaran yang makin cepat. Beberapa miliar tahun kemudian mengalami fragmentasi menjadi apa yang disebut protobintang (protostar). Dalam mengalami pengekerutan melalui proses gravitasi dan dalam suhu yang tinggi terbentukklah inti fusi nuklir yang menyebabkan energi berubah bentuk sebagai panas dan sinar. Dalam hipotesis nebula, akhirnya terbentuklah jutaan biintang-bintan dalam berbagai bentuk yang reguler maupun yang tidak teratur (irregular). Galaksi yang teratur di antaranya adalah Galaksi Bima Sakti (Milky Way) dimana Matahari beradaa di antara 7.000 bintang didalam galaksi yang terbentuk.
 
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kosmologi atau ilmu alam semesta adalah ilmu pengetahuan tentang kosmos (cosmos) atau univers,yang mempelajari tentang struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. yang tercipta mulai dari atom, molekul, batu, metal, gas, tumbuhan, binatang, sistem solar (Matahari) dan segala yang ada lainnya

penjabaran makna lingkungan hidup



MAKALAH
TUGAS SUMBER DAYA ALAM BERKELANJUTAN
“Penjabaran Makna Lingkungan Hidup”



Disusun Oleh :
PGSD 6/i Kelompok 4
1.    Andina Megandari (1001045)
2.    Wulan Nurfadilah (1001045365)
3.    Shara Nur Muthia (1001045359)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR HAMKA
2013

BAB I
PENDAHULUAN
Bagaimana untuk lingkungan hidup manusia? Pada intinya bergantung pada apa dan siapa yang menjadi sorotan dan kajiannya. Jika manusia menjadi sorotan atau kajiannya, lingkungan yang menyentuh hidungnya sampai kepada benda-benda angkasa yang jaraknya ratusan juta kilometer dari planet bumi ini, jika mempengaruhi kehidupan di muka bumi ini maka menjadi lingkungan hidup bagi manusia.
Lingkungan hidup baik faktor biotik maupun abiotik berpengaruh dan dipengaruhi manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia karena lingkungan memiliki daya dukung. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya di muka bumi.
Dalam kondisi alami, lingkungan dengan segala keragaman interaksi yang ada mampu menyeimbangkan keadaannya. Namun, tidak tertutup kemungkinan, kondisi demikian dapat berubah dengan adanya campur tangan manusia dengan segala aktivitas pemenuhan kebutuhan yang terkadang melampaui batas.
Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal, yaitu komponen-komponen yang terlibat dalam aksi-reaksi dan berperan sesuai kondisi keseimbangan, pemindahan energi (arusenergi), dan siklus biogeokimia dapat berlangsung. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai dalam suatu ekosistem.
Jika kita memerhatikan makhluk hidup dalam habitatnya atau pada lingkungan tempat hidupnya sangatlah menarik, karenater jadi suatu jalinan yang sangat unik. Karena keunikan jalinan yang terbentuk maka mengundang perhatian manusia untuk menelaah lebih jauh lagi tentang lingkungan hidupnya. Hal tersebut mendorong lahirnya suatu disiplin ilmu yang secara khusus mengkaji mengenai seluk beluk antara hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya disebut ekologi. Oleh karena itu dalam makalah ini akan diuraikan segala hal yang yang berhubungan dengan lingkungan hidup, sehingga akan lebih jelas apa sebenarnya hakekat lingkungan hidup.

BAB II
PEMBAHASAN
1.             Ruang
Ruang yang dihuni manusia adalah alam atau daratan yang luasnya ± 29% dari seluruh luas permukaan bumi. Selebihnya 70% adalah lautan. Ruang dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut:
a)    Ruang angkasa
Ruang angkasa atau universe adalah alam atau jagat raya dimana Bumi berada didalamnya sebagai salah satu planet dari sistem Matahari. Ruang angkasa adalah supermakro terdiri atas beribu Bintang yang terkumpul dalam galaksi yang merupakan bagian dari Jagat Raya atau Ruang Angkasa. Salah satu Galaksi adalah Galaksi Bima Sakti (Milky Way) dimana Matahari dengan sistemnya termasuk Bumi dan planet lainnya berada.
b)   Ruang di rumah
Di rumah kita makna ruang berbeda-beda, didalamnya terdapat halaman rumah, ruang tamu, kamar tidur, kamar makan, kamar mandi dan seluruhnya. Dengan fungsinya yang berbda-beda, nilai kebersihannya pun berbeda-beda. Kamar mandi yang bersih berbeda tolak ukurnya dengan kamar makan dan kamar tidur yang bersih. Secara keseluruhan nilai rumah ini melebihi jumlah nilai dari setiap bagiannya, karena nilai rumah merupakan keutuhan nilai dari berbagai macam kebutuhan kita akan ruang. Nilai keutuhan suatu sistem selalu akan lebih dari jumlah nilai bagian-bagian daro sistem yang utuh itu.
c)    Ruang di sekolah
Demikian pula perincian ruang disekolah yang berbeda-beda, fungsinya pun berbeda-beda.

2.             Benda
Benda adalah pengada ragawi nirhidup (abiota) yang sering salah disebut sebagai benda mati, karena sesuatu yang mati tentulah sebelumnya pernah hidup, sedangkan benda nirhidup adalah benda yang memang tidak pernah hidup. Benda dapat dipilah-pilah sebagai benda padat, cair dan gas.
Dalam menelaah benda kita harus hati-hati berpijak rasional. Walaupun kita mengelompokkan benda padat, cair dan gas, kita perlu mengingat bahwa H2O adalah benda yang berupa benda padat, atau cair atau diatmosfer sebagai uap air. Jadi fungsinya dapat dimengerti dalam fisika, dalam kimia.
a)    Benda padat
Benda padat terdiri atas benda padat alami (natural) dan benda padat buatan (artifisial). Beberapa contoh benda alami (natural) adalah tanah, batu kristal air dan udara. Ada yang dapat diraba dan ada juga yang tidak dapat diraba namun dapat dirasakan keberadaannya. Benda buatan (manusia) disebut (artifisial) karena wujudnya tidak ada di alam, tetapi dihasilkan dari Alam seperti plastik, kertas, listrik, karet dan lain sebagainya.
b)   Benda cair
Dalam subbab sebelumnya hidrosfer, air sebagai benda cair sudah cukup rici diutarakan. Umumnya air berupa benda cair, tetapi dalam suhu yang rendah (dibawah 0ÂșC) air dapat berupa es yang merupakan benda padat.
c)    Benda gas
Benda juga terdapat dalam bentuk gas. Gas merupakan benda yang terdiri atas berbagai unsur, seperti hidrogen, helium, oksigen dan sebagainya, disamping itu ada yang berbentuk molekul seperti uap air (H2O), oksida nitrogen (NO2), dioksida belerang (SO2) dan sebagainya.

3.             Keadaan, Tatanan Alam
Keadaan yang dimaksud adalah tatanan lingkungan hidup yakni apa yang dialami makhluk hidup.keadaan atau tatanan Alam ini terjadi karena dinamikanya alam yang terdiri atas alogeni, alogenik atau alogenesis oleh peristwa alam yang menimpa makhluk hidup. Alele adalah “asing” karena peristiwa yang menimpa makhluk hidup berasal dari pihak lain. Keadaan yang timbul karena ulah makhluk hidup disebut alogenik, autogenik atau autogenesis.
a)    Alogenik
Keadaan atau kejadian alam yang terjadi karena dinamika dalam alam disebut alogenik. Kejadian atau tatanan ini berupa gempa, letusan gunung api, gelombang tsunami dan sebagainya.


b)   Autogenik
Makhluk hidup juga mungkin berbuat sesuatu sehingga mengubah keadaan di Bumi. Kejadian ini disebut autogeni, autogenik atau autogenesis seperti pembangunan dan yang membendung aliran sungai menjadi danau buatan. Binatang pun juga melakukan sesuatu yang mengubah keadaan seperti burung yang membuat sarang, burung pelatuk yang melubangi pohon dan sebagainya. Jelas bahwa sikap dan perilaku makhluk hidup, khususnya manusia yang berakal pikiran perlu disesuaikan dengan tatanan alam ini.

4.             Daya, Peluang dan Tantangan
Daya umumnya diartikan sebagai kekuatan, kemampuan atau tantangan. Secara lebih luas maknanya adalah peluang atau kesempatan artinya bagaimana kemampuan yang ada pada manusia itu digunakan dalam menghadapi tantangan serta peluang untuk melakukan sesuatu yang bermakna dalam kehidupan.
Faktor yang menentukan tersedianya peluang itu sangat beragam, pertama-tama adalah kemampuan kita untuk mengerti dan memahami sesuatu, apa yang ada dan apa yang sebenarnya kita butuhkan. Faktor berikutnya adalah memahami sumber daya alam yang ada termasuk potensi dan keadaannya. Misalnya upaya menjauhi gempa, meletusnya gunung api dan sebagainya. Segala sesuatu yang diciptakan Tuhan adalah pengada (entity) yang pasti dengan fungsi atau maknanya masing-masing dalam kehidupan. Paham ini disebut entitisme.
Jelas bahwa dengan mengembangkan pengetahuan, kemampuan,m dan kompetensi melalui pendidikan serta penelitian riset dan teknologi, manusia akan memperoleh peluang mengelola dan memanfaatkan tatanan Alam sebagai karunia Tuhan secara lebih berguna.

5.             Makhluk hidup, Pengada Insani, Biota
Makhluk hidup adalah pengada insani (biota) yang terutama menunjukkan perwujudan atau gejala adanya kehidupan. Padahal sebenarnya kehidupan itu juga terwujud dengan adanya, hubungan timbal balik atau ketergantungannya dengan pengada ragawi, baik benda, materi, air, udara, panas, sinar, cahaya dan seterusnya.
a)    Perkembangbiakan
Perkembangbiakan makhluk hidup berlangsung melalui proses yang berbeda-beda. Di dunia tumbuhan ada pembiakan yang disebut vegetatif yakni kuncup suatu cabang dapat tumbuh akarnya dan jadilah kuncup itu tanaman baru dari jenis yang sama. Pembiakan vegetatif lain dikenal sebagai proses pencangkokan, penyambungan dan sebagainya.
Tumbuhan berbunga (Spermatophyta) berkembang biak dengan perkawinan silang putik (bunga betina) dan polen (bunga jantan). Dari fenomena ini pun timbul dua fakta yaitu ada tumbuhan yang mono-ekus rtinya berumah satu, dalam satu pohon ada bunga betina ada bunga jantan seperti mangga, jambu dan sebagainya; ada yang berumah dua dio-ekus seperti beberapa jenis rambutan, salak dan sebagainya.
Pada hewan dalam kelas rendah dan mikroba (jasad renik) terdapat berbagai fenomena. Ada gejala partenogenesis yakni terjadinya pembiakan tanpa silang, tubuh hewan atau mikroba itu mengalami pemotongan dan masing-masing potongan hidup sendiri, misalnya cacing, protozoa dan lain sebagainya.
b)   Keunikan biota
Banyaknya ragam ekosistem seperti adanya kelompok ekosistem laut, ekosistem air tawar dengan berbagai tipe perairan  dan kondisi alam lingkungannya akan memungkinkan terciptanya suatu biota yang unik dan berbeda antara perairan satu dengan yang lainnya.
Kepunahan suatu jenis biota banyak terjadi karena kegiatan manusia yang merusak dan mengganggu kehidupan flora dan fauna. Baik karena perburuan, perdagangan jenis yang tidak sah, atau karena eksploitasi sumber daya yang berlebihan dan perusakan langsung maupun tidak langsung seperti terbakarnya habitat dan sebagainya.
c)    Pusat keanekaragaman hayati dunia
Keanekaragaman genetika merupakan variasi didalam suatu jenis. Umumnya, makin besar populasi suatu jenis, makin besar keanekaragaman genetiknya, dan makin kecil kemungkinannya untuk punah.
Kelangsungan peri kehidupan sangat bergantung pada sumber daya genetik tanaman, karena tumbuhan adalah produsen primer bagi seluruh kehidupan. Berkaitan dengan distribusi global sumber daya ini, terdapat delapan pusat utama dan tiga subpusat keanekaragaman tanaman, salah satunya adalah Pusat Indo-Melayu, dengan Indonesia merupakan bagian dari pusat terbesar. Tanaman seperti pisang, pala,cengkeh, durian dan rambutan. Berasal dari Indonesia yang merupakan pusat keanekaragamannya.
d)   Ras manusia dunia
Manusia termasuk golonga primata (binatang menyusui) yang tinggi tingakatannya dalam kelompok homidae. Populasi manusia sebagaimana jenis dan bentuk kehidupan yang lain sangat banyak jumlah dan ragamnya. Ragam manusia dengan jenis yang sama Homo Sapiens berwujud dalam keanekaragaman ras (etnik) manusia.
Ras manusia dapat mencakup kelompok manusia diseluruh atau sebagian benua dan kepulauan.ras manusia terbentuk melalui perkembangan kelompok-kelompok manusia dalam waktu yang sangat lama. Sejak lama ras manusia dibedakan karena faktor geografi. Pembedanya pertama-tama meliputi warna rambut, warna kulit, serta bentuk rambut. Disamping itu, pembedaan juga didasarkan pada pola perulangan susunan gigi, bentuk tengkorak, dan bentuk pertulangan muka.berikutnya ras manusia juga dibedakan berdasarkan sidik jari serta golongan darah.

6.             Perilaku Makhluk Hidup
Perilaku makhluk hidup berbeda-beda menurut kelompok dan keberadaannya dalam kelompoknya.
a)    Makhluk hidup lain
Keberadaan makhluk hidup pada dasarnya menimbulkan kekaguman kita pada MahaKuasa-Nya Tuhan yang menciptakannya.semua yang ada mempunyai makna yang berbeda-beda, beranekaragam, isi-mengisi dan saling melengkapi sebagai suatu keutuhan sistem. Pada umumnya semuanya mengahsilkan suatu keindahan dan akhirnya secara sosial kita sepakati akan adanya nilai keindahan itu.
b)   Perilaku manusia
Pada mulanya perilaku manusia yang hidup serasi dengan alam, disekitar atau dalam hutan serta dipedesaan wajar-wajar saja. Tetapi, setelah kehidupan mulai mengalami berbagai masalah dan kesulitan, muncullah perilaku yag kurang wajar. Hal ini disebabkan karena tuntunan dasar untuk survive yang kalau perlu dicapai walaupun harus melupakan kearifan kita sebagai manusia sebagai makhluk Tuhan yang lain.


7.              Kelangsungan Peri Kehidupan
   Berbagai keanekaragaman faktor, keadaan, daya dan waktu sangat menentukan apa wujud dari kelangsungan per kehidupan. Keadaan atau tatanan Alam yang sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan, masih terlalu terbatas untuk dapat kita ketahui seperti gempa, letusan gunung api, tsunami dan lain sebagainya.
Berbagai cara mulai sangat sederhana sampai yang canggih perlu dikembangkan agar tingkat penyelamatan diri makin meningkat.
a)    Daur kehidupan
     Dengan memahami daur kehidupan yang terjadi dan upaya penyesuaian diri dengan fenomena yang terjadi, berbagai resiko kehidupan dapat kita taggapi secara lwbih arif dan bijaksana.
b)   Piramida kehidupan
     Dalam rantai kehidupan terk=lihat adanya fenomena rantai makanan. Rantai makanan ini pada dasarnya tersusun atas suatu piramida makanan. Piramida makanan ini terbentuk dari struktur tropik atau fungsi tropik, artinya kehadiran (eksistensi) suatu jenis berada dalam struktur atau fungsi makanan dalam jenis lain.
c)    Daur hidup lain
     Terlihat ada fenomena unik di mana hubungan antara tumbuhan dan hewan dapat berlangsung saling menguntungkan, tetapi juga dapat mematikan, yang maknanya adalah ke arah pengaturan keseimbangan populasi antarjenis makhluk hidup.

8.             Kesejahteraan Makhluk Hidup
Kesejahteraan (welfare) adalah kondisi baik dari seseorang yang terukur seperti kesehatan atau materi yang dimiliki, ataupun yang sulit untuk diukur seperti kebahagiaan (happiness), ketentraman, rasa keadilan dan seterusnya.
a)    Kesejahteraan manusia
     Kesejahteraan yang lahir itu tidak hanya kebutuhan dasar fisiologi seperti makan, minum, bernapas dan sebagainya, disamping itu juga terdapat kebutuhan dasar fisik untuk mendapatkan ketentraman hidup diri dari gangguan keamanan. Manusia juga mempunya kebutuhan dasar psikologi, yakni sikap lahir pribadi atau jati diri atau egoisme yang merupakan kepercayaan diri. Manusia juga memerlukan hubungan kekerabatan dan kemitraan antara sesama manusia, yang menuntut sikap saling menghormati. Sedangkan kesjahteraan batin termasuk bersifat keagamaan, keyakinan, spiritual, moral dan etika.
Secara lebih khusus dapat digunakan tingkat kualitas hidup manusia yang diukur sbb:
-       Harapan usia
-       Kualitas hidup manusia
b)   Kesejahteraan makhluk hidup lain
     Kesejahteraan makhluk hidup lain itu tidak dapat diukur dengan nilai kita. Misalnya, usaha untuk mengamankan pertanamanan dari terjangan gajah, seharusnya tidak diatasi dengan menangkap dan mengajarinya bermain bola. Hal ini, sulit untuk dimengerti apakah dengan mengajak gajah bermain bola akan membuatnya menimbulkan sesuatu hal yang menyenangkan. Kebebasan untuk berperilaku alami kiranya merupakan hak asasi untuk mereka nikmati, misalnya untuk tidak mengganggu arah perjalanan mereka kesungai untuk minum dan mandi.
Jelas kiranya kalau kita mau memberi isi atau makna tentang lingkungan hidup mulai ruan, perilaku manusia, dan kesejahteraan makhluk hidup lain dengan semestinya akan kita nikmati hidup yang lebih tenteram, lbih bermakna dan lebih menyenangkan.



BAB III
PENUTUP
Untuk memahami makna lingkungan hidup secara menyeluruh, sehingga dapat mengetahui manfaat yang dapat di ambil dan dampak lingkungan hidup maka perlu dipahami antara lain  tentang ruang, benda, kedaan tatanan alam, daya peluang dan tantangan, mahkluk hidup, biota, keunikan biota, prilaku mahkluk hidup, kelangsungan prikehidupan dan kesejahteraan mahkluk hidup.
Ruang
Ruang yang dihuni manusia adalah alam atau daratan yang luasnya ± 29% dari seluruh luas permukaan bumi. Selebihnya 70% adalah lautan. Ruang dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut ruang angkasa, ruang rumah, dan ruang
Benda
Benda adalah pengada ragawi nirhidup (abiota) yang sering salah disebut sebagai benda mati, karena sesuatu yang mati tentulah sebelumnya pernah hidup, sedangkan benda nirhidup adalah benda yang memang tidak pernah hidup. Benda dapat dipilah-pilah sebagai benda padat, cair dan gas.
Keadaan, Tatanan Alam
Keadaan yang dimaksud adalah tatanan lingkungan hidup yakni apa yang dialami makhluk hidup.keadaan atau tatanan Alam ini terjadi karena dinamikanya alam yang terdiri atas alogeni, alogenik atau alogenesis oleh peristwa alam yang menimpa makhluk hidup.
Daya, Peluang dan Tantangan
Daya umumnya diartikan sebagai kekuatan, kemampuan atau tantangan. Secara lebih luas maknanya adalah peluang atau kesempatan artinya bagaimana kemampuan yang ada pada manusia itu digunakan dalam menghadapi tantangan serta peluang untuk melakukan sesuatu yang bermakna dalam kehidupan.
Makhluk hidup, Pengada Insani, Biota
Makhluk hidup adalah pengada insani (biota) yang terutama menunjukkan perwujudan atau gejala adanya kehidupan. Padahal sebenarnya kehidupan itu juga terwujud dengan adanya, hubungan timbal balik atau ketergantungannya dengan pengada ragawi, baik benda, materi, air, udara, panas, sinar, cahaya dan seterusnya.